26

1002 Words

"Bang! Cari kemana lagi!?" tanya Kay setelah mobil mereka berhenti di lampu merah. Faris menggeleng tanda tak tahu. "Hampir jam dua," ucap Bagas menatap May yang tertidur di bahunya. Sean pun berkali-kali menyiram wajahnya dengan air mineral agar tetap terjaga saat menyetir. "Siapa tau, Ray udah pulang." Ujar Sean menoleh pada Faris yang duduk disampingnya. "Jadi gimana?" tanya Kay lagi pada tiga pemuda itu. "Gue nggak tau, Kay!" Faris menoleh kebelakang. "Gue takut Ica kenapa-napa! Mobilnya nggak bisa di lacak, ditambah dia nggak bawa HP!" gusar Faris mengacak-ngacak rambutnya. "Tenang, tenang..." Sean berusaha menenangkan menatap Kay yang sudah berkaca-kaca. "Kay juga khawatirin Ray!" pelan Kay memalingkah wajahnya dari Faris. "Bukan cuma abang!" tambah gadis itu menahan tangis. "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD