25

1007 Words

"Bi, bibi!!" panggil Faris berlari memasuki rumah. "Den, iya?" tanya seorang pembantu wanita. "Ica ada? Udah pulang belum?" tanya Faris tak sabaran. "Non Ica, belum pulang. Kenapa, den?" tanya pembantu wanita itu. Tak ingin membuat seisi rumah tahu, Faris memilih menaiki tangga menuju kamarnya. Pemuda itu mengambil sebuah alat elektronik yakni alat pelacak lokasi mobil yang dibawa oleh Ray namun sepertinya, alat pelacak di mobil tersebut tidak berfungsi. Hal itu tentu saja membuat Faris semakin panik. Ditambah lagi, sang adik tidak membawa ponsel. Faris menoleh ke ambang pintu, terdapat Jonathan dan Renata yang tersenyum padanya. "Ayah, bunda. Mau kemana?" tanya Faris bersikap seperti biasa. "Ini, mau ke Bandung. Cuma tiga hari kok, Ica mana? Kita mau pamitan," jawab Jonathan membua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD