24

1000 Words

Alif berjalan bersama teman-temannya menuju kelas setelah menyantap makanan di kantin tanpa kehadiran Ray. "Si culun mulai belagu!" "Iya, berani-beraninya satu meja sama Faris." "Gue aja nggak pernah jalan bareng sama Kay!" Alif hanya diam mendengarkan ocehah siswa-siswi, yang memang begitu setiap harinya. Gavin dan Dika sempat berpikir, apakah Alif menikmati hari-harinya sebagai fake nerd, atau malah merasa tersiksa. "Ray nggak ada," ucap May menatap kursi Ray yang masih kosong. "Saya nyari Ray dulu." Alif langsung pergi, dan teman-temannya melanjutkan langkah menuju kursi masing-masing. "Ray!" Seketika seorang gadis yang tengah duduk sendiri di rooftop sekolah menoleh. "Ayo masuk kelas," ajak Alif mendekati gadis itu. "Duluan aja," jawab Ray setelah Alif duduk disampingnya. "S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD