22

1008 Words

"Bang Ayis marah!" ucap Ray setelah masuk kekamar. "Gimana nih? Aduh, pakai cara apa biar dia nggak marah? Ck! Gue juga sih, kenapa nggak beli makanan buat dibawa pulang!" Ray bicara sendiri dengan langkah mondar-mandir tanpa tahu Faris sudah berdiri diambang pintu kamarnya. "Ica..." "Hah!" Ray terkejut langsung menghempaskan tubuhnya kekasur. "Ica tidur dulu ya!" ucap Ray menarik selimut agar menutupi sekujur tubuhnya. Faris berdecak pelan lalu menarik selimut gadis itu. "Dari mana?" ulang Faris. "Main... sama teman..." jawab Ray tak berani menatap Faris. "Teman yang mana? Cowok yang nganterin sekolah tadi?" tanya Faris penuh selidik. Ray menggeleng cepat menatap Faris segera dan kembali menundukkan wajah mengetahui ekspresi pemuda itu. "Maaf ya," cicit Ray. Faris menarik gadis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD