14

1017 Words

"Ayo! Ke kantin!" ajak Ray sepeninggal Bu Vina dari kelas mereka. "Kamu, duluan aja, nanti saya nyusul," ucap Alif dengan senyum kecil. "Astaga, gue nggak salah dengar. Udah hampir satu bulan elo sekolah disini, masih pakai kata saya, santai aja kali!" seru May membuat Alif mengangguk menundukkan wajah. "Alif..." panggil May berdiri dihadapan pemuda itu. Alif terkejut saat May memegang dua bahunya, tentu saja Ray langsung menampilkan ekspresi konyol. "Biar gue ajarin, cara ngomong pakai gue--elo.." ucap May dengan polosnya. "Udah!" tegas Ray menjauhkan Alif dari May. "Traktir gue makan!" pinta Ray menarik May meninggalkan kelas. "Buset, teman gue gini amat," gerutu Kay menyusul kepergian teman-temannya. Alif dapat bernapas lega lalu mengarahkan pandangannya pada Gavin dan Dika yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD