20

1779 Words

Sesampainya di dalam, Nadia langsung mengobati luka yang ada di wajah Rey karna tidak hanya ada luka lebam saja di sana. "Aww...!" Rey meringis kesakitan ketika Nadia mengoleskan obat ke luka yang berada di sudut bibirnya. "Tahan! Ini bentar lagi selesai," titah Nadia. Dia dengan telaten mengobati luka Rey itu. Wajah mereka sangat dekat. Bahkan saking dekatnya, Rey dapat merasakan hembusan nafas Nadia. "Ternyata kalo di liat-liat, dia cantik juga. Cuma sayang aja sifatnya kayak laki. Coba aja dia feminim, pasti bakalan banyak yang suka," batin Rey, mengomentari wajah Nadia yang sejak tadi dia perhatikan. "Gue bukan pisang, jadi ngga usah diliatin!" celetuk Nadia tiba-tiba. Meskipun dia terfokus kepada luka Rey, dia tetap dapat mengetahui kalau laki-laki itu sedang memperhatikan wajahn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD