"Kelarin makan lo abis itu pergi dari sini setelah cuci piringnya," Nadia langsung bangkit dari duduknya setelah mereka berdua terdiam selama beberapa saat. "Oiya, Nad," tahan Rey ketika gadis itu telah mencapai pintu kamar. "Apaan?" "Kalo aku pergi dan kamu lanjut tidur, terus yang kunci kost-an kamu siapa?" "Ngga ada." "Kok ngga ada? Kalo ada maling yang masuk gimana?" "Ngga peduli. Toh di sini ngga ada barang berharga ini, jadi ngga rugi gue mau maling keluar masuk juga," jawabnya. Rey menggeleng, "Kamu salah. Di sini ada sesuatu yang sangat berharga," bantahnya. "Apa?" Nadia sedikit mengernyitkan kening. "Kamu." "Sebelum malingnya sempat macam-macam sama gue, dia mungkin udah beda alam duluan," jawab Nadia dengan datar seraya mengambil tongkat yang tadi sempat dia sandarkan d

