Minggu, pukul 09.15 TKP kembali ramai. Warga Sepaku tumpah-ruah, mulai dari anak kecil sampai kakek-nenek, berebut memandangi gang sempit sambil sibuk meributkan siapa sebenarnya pelaku pembunuhan yang teramat sadis itu. Tak sedikit dari mereka yang menduga bahwa terdakwanya adalah orang Sepaku juga, teman korban. Minimalnya orang Kampung Baru. Itu yang dipikirkan oleh Komisaris Heri di tengah kejenuhannya menunggu Detektif Dani. Berulang kali dia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Wajahnya mulai kusut. Langkahnya tergesa-gesa dan mondar-mandir di depan mesjid Ash-Shiddiq. Dia menumpahkan kebosanan menunggu itu kepada para bawahannya. "Hey, Toni, Toni," dia menunjuk-nunjuk dari kejauhan, "itu garis polisinya betulkan! Jangan miring begitu! Nanti bisa lepas dan d

