Pulau Keabadian

1541 Words

Minggu, pukul 08.30 Bel itu sudah mengudara lebih dari lima kali sampai-sampai Takim dan anak perempuannya, Rani, sempat berpikir detektif itu sedang tak berada di dalam. "Ayo kita pulang aja, Pa, dan jalan-jalan!" "Jangan cerewet, Rani," hardik Takim pelan. "Janjimu tadi apa, tidak rewel, 'kan, kalau mau ikut Papa tugas hari ini!" "Iya, deh, Pa!" Tadi, pada saat Takim bersiap-siap untuk memenuhi perintah Komisaris Heri, entah kenapa mendadak Rani berubah pikiran, dia mau ikut ayahnya bertugas, mungkin karena bosan melalui hari libur di rumah saja bersama kakak-kakaknya yang paling-paling tak memberinya kesempatan buat nonton kartun. Kedua kakaknya itu sangat menyukai tinju yang selalu hadir setiap hari Minggu pagi yang ditayangkan oleh salah satu stasiun tv swasta. "Tapi, Pa, kalau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD