25

721 Words

Vanilla kira, kehidupannya akan berubah setelah ia menikah, ia pikir kebahagiaan hakiki akan menghampiri ketika ia menyerahkan seluruh hatinya untuk Arga. Namun, nyatanya itu hanyalah secercah ekspetasi yang ia ciptakan sendiri. Ia beranjak dari tempar tidur, kemudian berlalu ke kamar mandi segera mencuci wajahnya agar terlihat lebih segar, tapi faktanya segarnya air di pagi hari tidak mampu mencerahkan aura wajah Vanilla yang kusut akibat ditinggal oleh Arga tanpa sepatah kata. Setelah mencuci wajahnya ia menghembuskan napas berkali-kali dan menatap wajahnya di depan cermin. Kemana kak Arga? Kenapa dia gak pulang? Kenapa nomornya susah dihubungi? Berbagai macam pertanyaan berkecamuk di dalam benaknya, tapi berusaha mengenyahkan pikiran buruk yang melanda hati dan kepalaya. Ia bergegas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD