26

745 Words

Arga kembali ke rumahnya, setelah mencari Vanilla kemana-mana, dan ia segera menemui Lita yang sedang menyiram bunga. "Ma, Arga mau ngomong." Lita mengikuti langkah Arga yang berjalan masuk rumah, mereka duduk di sofa dan Arga berusaha mengatur napasnya agar tidak lepas kontrol, biar bagaimanapun juga Lita adalah Ibu kandungnya. "Ma, Vanilla gak mungkin pergi tanpa alasan, pasti ada yang terjadi sebelum dia pergi?" "Kalau kamu mau bahas itu Mama gak ada waktu." Arga mengusap wajahnya dan menatap Lita semakin dalam. "Ma, aku tahu Mama belum bisa terima Vanilla jadi mantu Mama tapi tolong hargai keberadaan dia sebagai istriku, wanita yang aku cintai." "Kamu masih bisa bilang wanita yang kamu cintai setelah kamu meninggalkan dia tanpa alasan?" Arga terkesiap mendengar ucapan Mamanya. "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD