"Jangan berlebihan, Pradana. Aku tidak suka kamu seperti ini." "Aku hanya khawatir kamu kenapa-kenapa, Riana. Aku tidak bisa menjagamu dengan leluasa mulai sekarang, mungkin malam ini yang terakhir," jelas Pradana. Sejujurnya, ia masih tidak percaya jika wanita yang dicintainya telah berstatus menjadi istri pria lain kini. Riana tak menyahut dan hanya diam membisu. "Kamu benar, Pradana," ucap wanita itu setelah bungkam untuk beberapa menit. "Udara di sini dingin. Pakailah jasku Riana. Supaya lebih hangat." Pradana mengalihkan pembicaraan. Ia lantas melepas jas dan memasangkannya di tubuh wanita itu. "Aku ingin mengatakan sesuatu padamu Pradana," beri tahu Riana menatap laki-laki yang duduk di sampingnya ini. "Tentang apa?" tanya Pradana menyunggingkan senyum khasnya yang mampu membua

