Membuat Keputusan

1103 Words
" Firman, Bayu barusan pulang dari rumahmu ! " telpon Yoga di pagi hari mengagetkan Firman. " Bagaimana bisa ?" Firman kaget mendengarnya. " Siapa mas ?" Shakira sambil lewat bertanya ke suaminya. " Yoga dik " , Firman menjawab pertanyaan istrinya sambil fokus mendengarkan cerita Yoga. " Ya, tolong kamu suruh Pak Joko sama pak Warno untuk ke rumah dulu ya. Biar ibu dan Aida tidak panik ", Firman menjawab dengan suara pelan karena takut Shakira mendengar. Dia tidak ingin membuat istrinya khawatir dan was was padanya. " Aku akan ke Surabaya segera ", lanjut Firman yang kemudian menutup telpon dengan ucapan salam. Sungguh nekat Bayu ini. Bisa bisanya pagi menyambangi rumah Aida dan memaksa Aida ikut dengannya. Aida saat itu sedang menyapu halaman depan.Aida ditarik paksa hendak diajak pergi naik motornya. Alhamdulillah saat itu mobil Yoga pas berhenti di halaman dan dia langsung meloncat turun dari mobil diikuti Dewi istrinya. Yoga langsung memukul Bayu sekeras kerasnya yang membuat tarikan tangan Bayu ke Aida terlepas. Yoga pasang kuda kuda hendak memukul Bayu lagi. Tetapi Bayu sudah secepat kilat melesat bersama motornya yang dibiarkan tetap menyala. " Dik, aku ke Surabaya lagi ya. Ada urusan penting yang harus aku selesaikan ", kata Firman. " Kok mendadak mas, ada apa?" Shakira heran. Belum seminggu pulang dari Surabaya sudah mau berangkat lagi. " Ada sedikit masalah disana. Doakan cepat selesai ya biar aku cepat pulang ", Firman mengecup pipi dan kening istri cantiknya. " Iya mas. Hati hati ya", Shakira pun membantu Firman menyiapkan baju dan perlengkapannya. " Jangan lama lama kalau di toko. Pantau di rumah dulu sementara aku di Surabaya. Nanti pulang aku temani kalau mau ngecek ngecek kesana ", sambung Firman. " Iya mas. Aku juga bawaannya malas keluar sekarang ", keluh Aida. " Kapan jadwal kontrolnya si dedek ?" tanya Firman sambil mengelus lembut perut istrinya. ", Minggu depan mas, tepat 6 bulan usia kehamilan ", Shakira tersenyum melihat suaminya yang mengusap lembut dan mengecup perutnya yang sudah mulai membesar. " Nanti mas antar ya. Jaga kesehatan juga anak anak. Jangan terlalu capek ", ucap Firman lembut lalu mengecup bibir istrinya sekilas. " Mas berangkat dulu ya, Assalamualaikum ", " Waalaikumussalam warahmatullaahi wabarakatuh. Salam buat ibu,mas Yoga dan mbak Dewi ya mas ?" Shakira mencium punggung tangan suaminya dan mengantar sampai ke pagar rumah. Taxi online sudah siap mengantar suaminya ke bandara. Saat ini Aida sedang menangis terisak Isak ditemani Bu Dyah dan Dewi. Tangannya memar juga pipinya ada lebam bekas tamparan tangan Bayu. Tadi dia melawan sekuat tenaga sehingga Bayu marah dan menampar pipinya. Bu Dyah hanya mengelus elus rambut Aida yang terbaring lemas di tempat tidur karena shock dan takut. Sedang Dewi hanya diam dan memandang iba perempuan yang ada di depannya. Telat sedikit saja Aida sudah pasti tak tertolong dibawa kabur mantan suaminya. " Terimakasih ibu , mbak Dewi atas perhatiannya ", Aida berucap pelan. " Istirahatlah biar hatimu tenang dahulu. Jangan khawatir, ada pak Joko dan pak Warno di depan jaga jaga kalau Bayu datang mereka bisa mencari bantuan ke luar ", kata Dewi lembut. " Iya mbak ", Aida ingin menyendiri saat ini. Dia merasa putus asa karena kemanapun dia pindah, pasti akhirnya Bayu menemukannya.Pikirannya kosong saat ini. Firman,Yoga, Dewi dan Bu Dyah berkumpul di ruang tamu siang itu.Aida tertidur setelah kelelahan menangis tadi. " Bu, bagaimana kalau rencanaku menikahi Aida kulaksanakan saja ", Firman membuka perbincangan. " Apa Fir ?" Yoga kaget mendengarnya. Dewi di sampingnya pun tidak kalah terkejutnya. " Sebetulnya ini peristiwa kedua Ga, kapan hari pas aku pulang terakhir Bayu sudah mencoba membawa paksa Aida", Firman menceritakan peristiwa yang lalu sambil menjelaskan rencananya. " Jadi aku menikahinya secara siri hanya agar Bayu tidak mengejar Aida lagi. Begitu keadaan tenang akan kulepaskan dia agar bisa mendapat suami yang benar benar baik dan bisa melindunginya", jelas Firman. " Sudah kau pikir bagaimana jika istrimu tahu semua ini ?" kata Yoga. " Ibu tidak ingin rumah tanggamu bermasalah nanti nak ", Bu Dyah mengutarakan isi hatinya. Terbayang menantunya yang cantik dan baik itu pasti akan kaget jika tahu suaminya menikahi teman kecilnya. " Aku minta tolong untuk dirahasiakan ini dari Shakira. Kandungannya sudah membesar jadi dia untuk setahun ke depan tidak bisa kesini. Dan kuharap sebelum itu masalah Aida dan Bayu sudah selesai ", urai Firman. " Tidak adakah cara lain mas untuk menolong Aida ?" pelan Dewi memberikan suaranya. " Untuk saat ini cara itu yang kurasa paling efektif. Niatku murni membantu Aida karena kami bersahabat dari kecil. Terus terang aku kasihan sekali melihat dia ", Firman mendesah pelan. " Tidak mungkin aku mencintai wanita lain selain istriku ". " Terserah kamu lah Fir. Pesan ibu jangan sampai rumah tanggamu hancur nanti karena ini. Jaga baik baik istri dan anak anakmu agar tidak mengetahui soal ini ", Bu Dyah pun menyerahkan keputusan kepada Firman. " InsyaAllah saya setia Bu dengan Shakira. Percayalah Bu kalau niat saya hanya ingin membantu ", ucap Firman bersungguh sungguh . Terlihat kalau ucapan Firman memang tulus dan jujur dari hati terdalam. Dua hari kemudian akad nikah secara siri dilakukan di rumah Bu Dyah dengan hanya dihadiri oleh tetangga sekitar beberapa orang . Pak Salim dan Bu Salim pun terkejut ketika ditelpon mendadak oleh Aida kalau dia hendak menikah dengan Firman. Tetapi mereka bahagia dan tidak banyak bertanya. Mungkin juga karena pintarnya Aida meramu cerita agar bapak ibunya tidak terlalu banyak bertanya. Aida sebelumnya menolak keras ide Firman itu. Tetapi setelah dijelaskan oleh Firman maksud dan tujuannya akhirnya dia mau dengan syarat dia diperbolehkan bekerja. Oleh Firman Aida pun disuruh bantu Dewi untuk membantu Yoga mengurus pabrik sepatunya. Aida sadar bahwa ini hanya pernikahan sementara. Jadi dia harus mempersiapkan diri ketika sewaktu waktu dia dan Firman bercerai . Hati Aida bergetar dan airmata meleleh di kedua pipinya. Tak pernah sekalipun dia membayangkan akan menikah dengan Firman. Lelaki masa kecil yang hingga sekarang masih menghuni hatinya. Dia cium punggung tangan Firman sebagai wujud penghormatannya kepada suaminya begitu ucapan sah menggema di ruang tamu yang sudah dihias sederhana. Kebaya brokat putih tulang membungkus tubuh kecilnya. Terlihat kedua orang tuanya meneteskan air mata dan berbincang akrab dengan Bu Dyah. Tidak menyangka bahwa mereka akhirnya menjadi besan. " Da, ada yang ingin kusampaikan padamu sekarang ", Firman membuka percakapan setelah mereka berdua masuk ke kamar Firman yang dihias sekedarnya dengan bunga segar. " Iya Fir, sampaikan saja ", Aida pun duduk disamping Firman setelah Firman memberintanda dengan menepuk kasur di sebelahnya. Suasana amat canggung terasa. " Maafkan aku sebelumnya kalau apa yang kuucapkan mungkin tidak berkenan di hatimu ", Firman hati hati menatap Aida yang terlihat begitu ringkih dengan kebaya yang membalut tubuh mungilnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD