Pertama kali aku membuka mata di rumah sakit, aku tidak merasakan apa pun selain kebingungan. Siapa aku? Di mana aku? Kenapa aku ada di sini? Dan kenapa pria aneh itu selalu ada di sampingku? Rasa frustasi juga mendominasiku. Ketakutan yang tidak bisa dijelaskan secara gamblang, yang aku sendiri pun tidak tahu asalnya dari mana. Aku khawatir pada banyak hal dan juga pada rasa hampa yang aku rasakan. Aku pikir itu akan menjadi hal terburuk yang terjadi padaku. Setiap hari ini aku terbangun ditemani dengan langit-langit putih di kamar rumah sakit, yang semakin lama membuatku terasa familiar. Itu yang aku rasakan saat pertama kali sadar. Dan aku lebih memilih saat di mana aku sadar dalam kondisi amnesia dibandingkan saat ini. Tidak ada apa-apa. Pikiranku kosong. "Kamu udah bangun." Terde

