Salah Paham

1923 Words

Telingaku berdengung saat mendengar penjelasan Tama. Apa aku salah dengar? Aku sangat berharap tapi jika bayiku gugur apa aku mampu untuk menghadapi Tama? Aku takut menerima kebenaran dari berita ini. "Maksudnya?" bisikku tidak berani berharap. "Bayinya baik-baik aja," kata Tama perlahan. "Kalian berdua baik-baik aja." Jantungku mulai berdebar. Degupannya terdengar sangat kencang karena aku dapat mendengarnya. Apa? Aku masih hamil? Aku menatap Tama penuh haru sambil mengusap perutku. Tanganku gemetar saat berhasil menyentuh gundukan yang mulai terasa itu. "K-kamu yakin?" tanyaku ulang. "Jadi loe belum ingat. Kalau gitu gue bakal ceritain secara singkat apa yang udah terjadi kemarin," kata Lisa yang masih berdiri di sisi samping ranjangku. Pandanganku langsung beralih padanya menung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD