"Mbaknya yakin?" tanya wanita itu yang masih tercengang dengan kelakuanku. "Iya. Ini semuanya," jawabku pasti. Dia mengambil dress yang aku kenakan semalam dan membukanya di depanku. "Tapi ini dress keluaran Dior koleksi terbaru!" "Terus?" Aku bertanya. Tidak terlalu perduli. Jika dilihat memang tidak memenuhi syarat untuk masuk ke badan amal. Wanita di depanku masih berargument membuatku mengalihkan pandangan pada sopir taksi yang membawa tas terakhirku dan meletakkannya di sana. Dia bergumam ke arahku. "Dia itu nganggap kamu gila, nak." "Erm. Bukan gitu maksud saya tapi ... ini baju-baju mahal soalnya." "Semuanya?" tanya supir itu sambil melirik semua barang bawaanku dan juga diriku. Aku hanya mengangkat bahu. "Bukannya bisa kamu jual?" Kedua manusia berbeda usia itu menatapku. "B

