"Gue nggak ngerti sama jalan pikiran loe." Erina berputar untuk dapat menatapku tajam. Sorot matanya penuh dengan raut frustasi Frustasi? Bukannya harusnya aku yang memancarkan raut seperti itu. Mungkin sebenarnya aku ini sudah sangat frustasi lebih dari yang aku pikirkan. Tapi anehnya rasanya aku sudah mati rasa. Aku mulai pusing dan kepalaku berdengung. Aku sudah kehilangan kekuatanku untuk berdiri saat aku menjatuhkan diri di bangku. Sementara Erina dan Sana berdiri di depanku dengan tatapan tidak percaya. Tapi aku tidak bisa fokus dengan mereka disaat kepalaku terasa akan remuk Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang barusan aku dengar dan aku lihat? Apa yang Jess katakan itu? "Kenapa?" ucap Erina lagi. Wajahku masih tampak pucat pasi dan aku tiba-tiba merasa sangat lelah. Aku pu

