Dilabrak

1029 Words

Cemburu itu buta. Seperti warna yang bercampur dan berubah tidak menjadi tidak menarik. Seperti kayu yang dibakar dan lama-kelamaan menjadi bara merah yang membuat emosi naik turun tidak stabil. Itu deskripsiku pada Sheila yang kini tengah menatapku penuh kebencian. Mungkin awalnya perasaanya sama sepertiku yang senang dan khawatir tapi karena dia tahu Tama tidak pernah dan tidak akan pernah membalasnya membuatnya memupuk kebencian. Bukan pada Tama, melainkan pada pasangan Tama. "Loe benar-benar nggak tahu malu, ya?" "Maksud loe apa?" Aku mundur saat tiba-tiba jantungku berdegup kencang. Tubuhku sepertinya sangat mengerti situasi ini dan tahu bahaya akan mengancamku yang membuatku bergerak mencari posisi aman. Loe mesti lari sebelum terlambat, batinku berbisik mendesak. Aku sudah men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD