"Loe sadar nggak ada berapa masalah yang harus loe hadapi? tanya Erina. Aku menggeleng. Jangankan soal itu saat ini saja rasanya kepalaku hampir pecah karena permasalahan yang timbul tanpa kuduga. Gagasan tentang berapa masalah lagi sudah aku singkirkan jauh-jauh dari pikiraku. Aku masih mencoba bersikap tenang saat menoleh ke Sana. "Loe bilang beritanya di upload pagi, kan?" Sana mengangguk pasti. "Tapi ada hal lain yang perlu loe tahu. Gue sempat lihat-lihat komentar sebelum di hapus dan mereka nyebut soal keluarga loe Kak..." "Aluna." Ketiga kepala yang ada di sana sontak menoleh ke asal suara. Aku tidak mengenal sosok yang tiba-tiba menginterupsi obrolan kami dan dia datang mengganggu tanpa rasa bersalah sambil memandangku dengan tatapan merendahkan. Erina orang pertama yang sadar

