Visit Kantor

1262 Words

Aku memutuskan untuk mandi sebelum berangkat ke kantornya Tama. Saat tubuhku tersiram air panas aku merasa seluruh otot-otot yang sebelumnya tegang menjadi nyaman seketika. Aku meletakkan telapak tanganku ke perutku yang membuncit dan mengusapnya. Sweety apa kamu baik-baik aja? Maafin Mama. Rasa bersalahku semakin menjadi. Aku menghela nafas kasar dan membuangnya perlahan agar tidak membebani bayi yang aku kandung. Harusnya aku tidak berpikir keras hanya karena Tama yang harus tinggal di kantor. Lisa sudah menekankan soal bayi ini yang harus selalu menjadi prioritas utamaku. Tapi aku melupakan hal itu. Betapa egoisnya aku, hanya karena cemburu aku malah membahayakan bayi ini. Aku berendam agak lama di bath up sampai aku merasa ketegangan di pundakku sudah berkurang. *** Ternyata aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD