Akbar berada di ruang operasi menemani Rima. Ia duduk rengkuh dengan bertumpu pada kedua lututnya dan berbisik ke telinga Rima. “Kamu kuat ya Sayang, aku akan selalu ada di sini menemani kamu berjuang melahirkan anak kita,” bisik Akbar. Rima menoleh ke arah Akbar. “Mas, kita-“ “Jangan katakan apa-apa dulu, aku akan di sini menemanimu,” bisik Akbar mengecup kening Rima juga tangan Rima. Karena suatu hal, Rima di haruskan bius total. Perlahan tatapan mereka yang saling mengunci terputus karena Rima mulai merasakan efek biusnya dan matanya terpejam rapat. “Berjuanglah dan kembali padaku, aku akan menunggumu,” bisik Akbar. Matanya tampak memerah menahan air mata, ia berdiri tegak dengan masih menggenggam erat tangan R

