Malam itu Akbar mengajak Rima ke acara perayaan di kantornya yang merupakan HUT Polri. Setiap tahun Akbar memang selalu mengajak Rima ke acara ini, apalagi dirinya yang merupakan istri dari seorang Kapten. Dan kali ini pun Rima kembali ikut datang walau keadaannya berbeda. Selama perjalanan menuju tempat acara, tak ada satupun yang membuka suara. Keduanya fokus dengan pikiran mereka masing-masing. Sesampainya di tempat acara, Rima berjalan berdampingan dengan Akbar dan mereka mulai menyapa satu sama lainnya. Rima hanya bisa membuntuti Akbar dan tersenyum untuk menyapa rekan kerja Akbar. Hingga langkah mereka berhenti saat berhadapan dengan Kanaya. Situasi kembali menjadi canggung dan tak nyaman. “Apa kabar, Rima?” sapa Kanaya tampak berbasa basi.

