Tifa POV “Kok ke sini?” tanyaku, begitu Topan membelokkan mobil, masuk ke dalam pelataran hotel. Dan sialnya lagi, ini hotel yang sama, yang waktu itu aku datangi untuk mengusir perempuan kiriman tante Endang. Kuputar kepala ke samping ketika tak kunjung kudengar jawaban si Topan. “Gue tanya, kenapa ke sini? Ini hotel, loh.” “Iya, emang hotel. Tapi kan ada restorannya di dalam. Entar kalau kamu mau kita lanjut, tinggal buka kamar.” “Beneran gila,” ujarku. “Jangan mimpi.” Eh, si Topan malah tertawa. Aku berdecih. Lihat saja nanti, ancamku dalam hati. Mobil berhenti di depan lobi hotel. Kulepas ujung sabuk pengaman dari kaitannya. Meskipun kesal, aku tetap saja turun dari dalam mobil. Sudah terlanjur janji. Kuhentak napas kasar seraya memperhatikan sekitar. Topan sedang bicara dengan

