Tifa POV “Terima! Terima! Terima!” Aku mengerjap berulang kali. Aku masih tidak percaya apa yang saat ini kulihat. Suara teriakan kata ‘terima’ itu masih terus menggema di dalam gerbong kereta yang cukup panjang. Semua orang tampak begitu antusias memintaku untuk menerima lamaran Topan. Ya, benar! Topan sekarang sedang menumpu tubuh dengan satu lutut ke atas lantai gerbong kereta. Tangan kanannya mengulurkan kotak hitam yang sudah dibuka. ‘Terima! Terima!’ Kutatap benda yang berada di dalam kotak yang sudah terbuka itu. Apa yang harus aku lakukan sekarang? “Aku janji akan berusaha untuk membuatmu bahagia. Memenuhi semua impian kamu. Membuka toko bunga yang lebih besar. Jalan-jalan ke Eropa. Aku akan memenuhi semuanya.” “Aaaaa … Terima, Kak!” "Terima! Terima!” Seolah mereka sang ma

