Bab 50. Keputusan Arda

1672 Words

Arda POV. “Makan, Arda.” Kutatap perempuan yang kini kembali menyuap hingga mulutnya menggembung. Tampak begitu menyukai menu yang dipesannya. Ah, jelas dia suka. Daging yang dia pesan bukan daging biasa. Tapi daging A5 yang jelas dijamin kualitasnya. Diimpor langsung dari Jepang. “Kamu nggak mau makan?” tanya Dina setelah menelan kunyahannya. Sepasang mata wanita yang tidak lain adalah sahabat Tifa itu mengecil saat ia tersenyum. “Kalau nggak mau, entar gue yang makan,” katanya lagi. “Lo kenapa, sih? Tadi udah dengar kan, jawaban Tipa? Dia pergi ke Jogja bukan cuma berdua sama juragan duren montong gue, dia pergi sama keluarganya. Ada yang meninggal.” “Iya, gue dengar,” jawabku. “Ya sudah, kenapa muka lo masih kayak kertas diremas-remas, sih?” kata Dina sambil menatapku aneh. “Butek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD