Arda POV Semalam, setelah sedikit ketegangan dengan mama dan papa, aku berencana untuk menghubungi Tifa. Berdiskusi dengannya untuk mencari cara bagaimana meyakinkan maminya. Aku harus membujuk mamih secepat mungkin, sebelum kebohonganku terbongkar. Dan sebelum mamih memaksa Tifa menikah dengan laki-laki lain. Namun, saat aku hendak menghubungi Tifa, justru ada satu panggilan masuk terlebih dahulu. Nomor itu sudah kuhapus dari kontak di ponselku, namun entah bagaimana aku masih bisa mengingat deretan angka-angka itu dengan jelas. Aku tahu siapa pemilik nomor tanpa nama kontak tersebut. Karena panggilan itu tak kunjung berhenti, akhirnya kuangkat panggilan itu. Dan benar saja, Rizal yang menghubungiku. Mengatakan dia sudah kembali ke Jakarta dan ingin bertemu denganku. Sudah kukatakan ji

