Tifa POV “Gue pikir lo cewek yang bisa jaga kehormatan. Ternyata lo sama saja sama cewek-cewek murahan di luar sana. Lo bisa diajak ngamar laki-laki yang bukan suami lo.” Suara Arda tidak terlalu keras, namun suasana tenang di halaman depan hotel bintang 3 itu membuat suara Arda terdengar begitu jelas. Telingaku langsung berdengung seketika. Aku tidak pernah berpikir akan mendengar kalimat-kalimat itu keluar dari mulut Arda. Sosok teman yang kuanggap paling dekat selama ini. Selama mengenal Arda, aku belum pernah mendengar kalimat kasar seperti itu Arda tujukan padaku. Bahkan disaat malam pertama gagal kami, saat aku menyebutnya gai, Arda tidak semarah ini. Waktu itu, Arda hanya menatapku dengan sorot mata kecewa. Tapi hari ini, bukan hanya kalimat kasar yang Arda tujukan padaku, tapi

