Bab 27. Ultimatum Papa Arda

1453 Words

Arda POV “Lo tahu gue suka sama lo. Gue nyaman sama lo. Itu jawaban gue.” Kutarik napas pelan, namun panjang. Kupaksa untuk melengkungkan dua sudut bibirku. Tifa menatapku cukup lama. Tatapan yang terasa tidak seperti biasa. Ada kecewa di dalam sorot matanya. Apa yang sebenarnya Tifa inginkan dariku? Jawaban seperti apa? Oh … cinta? Apa itu yang Tifa ingin dengar dariku? “Makasih sudah antar gue pulang.” Tifa berpamitan. Pautan mata kami terputus saat Tifa memutar kepala ke samping. Sebelah tangannya bergerak, hendak mendorong daun pintu. “Tif,” panggilku. Tifa yang sudah akan keluar dari dalam mobil itu menoleh. “Apa?” “Gue cinta sama lo,” kataku dengan sangat lancar. Bisa kulihat ekspresi terkejut Tifa. Beberapa detik tatapan mata kami terpaut. Lalu setelah beberapa saat, Tifa ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD