Bab 28. Saat Tifa Merasa Kehilangan

1645 Words

Tifa POV Hari-hari berlalu. Terhitung satu minggu sudah sejak tragedi di hotel waktu itu. Aku belum bertemu lagi dengan Arda maupun Topan. Hidupku terasa begitu tenang. Tidak ada gangguan. Tidak ada emosi berlebih. Yah, paling emosi sama mamih, juga Samudra. Itu sudah biasa. Dan selama satu minggu a.k.a tujuh hari itu, kurasa aku tidak pernah melotot, jarang mengerutkan kening, juga jarang berdecak. Kutatap wajahku dari cermin kecil yang selalu kubawa di dalam tas. Sepertinya usiaku menjadi satu tahun lebih muda hanya karena tujuh hari hidup tenang tanpa Arda dan Topan. Aku tersenyum menatap pantulan wajahku. “Mbak Tifa narsis.” Oh … dengan cepat kuputar kepala ke arah suara itu. “Lo kenapa? Sirik?” “Nggak lah, Mbak. Ngapain juga sirik. Saya kan lebih muda dari mbak Tifa. Kulit saya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD