Arda POV “Lepas, Sil.” Kugerakkan bahu untuk mengusir tangan Sisil. Perempuan itu berusaha memelukku dari samping. Aku sedang duduk, memeriksa pekerjaanku. “Aku cuma mau ada sentuhan fisik sama kamu, Arda.” Kuhembus napas keras-keras. “Gue sudah ikuti permintaan mama buat nemenin lo ke sini. Sentuhan fisik? Apa yang lo pikirkan? Kita bahkan belum menikah.” Aku menoleh ke samping. “Jauh-jauh dari gue.” Kuusir Sisil yang duduk di sampingku. “Gue mesti kerja,” kataku lagi saat Sisil masih tidak bergerak menjauh. Heran, kok ada perempuan kegatelan seperti dia? “Papa kan sudah bilang kamu nggak perlu mikirin kerjaan dulu. Papa yang handle kerjaan kamu.” Mendengar kalimat yang Sisil ucapkan, aku mendengkus. “Papa?” Kugelengkan kepala. “Sejak kapan papa gue jadi papa lo?” Kutatap tajam per

