Bab 43. Pengakuan Arda

1584 Words

Tifa POV Mataku terbelalak. Tubuhku terasa seperti baru saja terkena sengatan listrik bertegangan rendah. Terlalu terkejut hingga aku tidak bisa bergerak. Sepasang benda kenyal itu menempel di atas bibirku. Isi kepalaku seperti baru saja dirampok hingga kini kosong. Aku tidak bisa berpikir. Napas kami beradu. Cukup lama bibir kami menempel. Hanya menempel. Sementara aku merasakan tubuhku tidak bisa bergerak. Arda pun hanya diam. Sebelah tangannya masih menahan tengkukku. Anehnya, kami berdua tidak ada yang menutup mata. Kami berdua justru saling menatap. Entah berapa lama isi otakku terampas hingga yang kulakukan hanya diam, sampai kemudian isi kepalaku itu kembali. Kudorong d*da Arda cukup keras hingga tangan yang berada di belakang leherku terlepas, lalu punggung Arda terdorong ke be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD