2. First Meet

1536 Words
"Ambil piringnya, Val," ujar Elqueena setelah mereka sampai di aula. "Iya," ucap Valerie lalu mengikuti Elqueena mengambil piring dan menuju barisan. "Apakah setiap hari kita makan di sini?" tanya Valerie. "Hanya untuk makan siang, kalau makan siang kita harus mengantri untuk mengambil makanan baru ke tempat duduk. Makan pagi biasanya di aula utama dan makanan sudah tersedia di meja kita dan kita duduk sesuai asrama kita. Kalau makan malam dilakukan di aula asrama dan kita akan duduk di meja bundar, kita bisa memilih makanan sendiri," jelas Elqueena. "Ini sebabnya aku paling malas makan siang," ujar Arvena, "Kita harus mengantri sepanjang ini." "Kenapa academy ini aneh sekali, untuk makan aja tempatnya dan caranya berbeda-beda semua," ujar Valerie. "Katanya sih makan pagi bersama-sama itu untuk membangunkan kita, karena di pagi hari kita sudah diuji dengan bertemu lawan-lawan kita dari asrama lain. Sekaligus untuk membangun hubungan juga dengan teman-teman dari asrama lain. Lalu makan siang itu, kalau harus menunggu semuanya kumpul itu kelamaan, karena biasanya ada beberapa kelas yang terlambat selesainya, sementara ada beberapa anak yang akan ada kelas setelah makan siang. Dan untuk makan malam, itu biarkan kita satu asrama dapat menjalin komunikasi dengan baik, sehingga kita bisa melakukan yang terbaik untuk asrama kita. Jadi kalau ada kesulitan kita bisa minta tolong ke senior-senior di asrama," jelas Arvena. "Keren academy ini! Bisa-bisanya memikirkan sistem seperti itu. Ini membuat kita lebih terpacu untuk bersaing, tetapi juga tidak lupa untuk membuat hubungan baik dengan yang lain!" decak Valerie dengan kagum. "Tentu saja, inilah perbedaan academy kita dengan yang lainnya," ujar Elqueena dengan berapi-api. "Giliranmu, Queen," ingat Arvena saat Elqueena masih sibuk berbicara sementara sudah gilirannya. "Ah... iya, ini," ujar Queen sambil menyerahkan piringnya ke petugas pembagian makan siang. *** "Setelah makan siang kalian mau kemana?" tanya Arvena sambil meletakkan piringnya di meja. "Kita harus mengukur baju, Senior," jawab Elqueena. "Hmm... aku melupakan itu," ujar Arvena, "Kalau gitu kita bareng aja ke ruang pengukuran bajunya." "Kalian tega banget ninggalin kami!" protes Xander sambil meletakkan piringnya di meja. "Karena kamu dan Senior Alden terlalu lemot sampai kura-kura kalah lemotnya," balas Arvena. "Huh... memang jahe tua selalu lebih pedas!" ujar Xander. "Kalau kamu sudah tahu itu, jangan pernah protes dengan seniormu," ujar Arvena. "Senior Alden, tolongin aku dibantai sama Senior Arvena," ujar Xander. "Sudah, sudah, segera habiskan makan siangnya, kita masih harus mengukur seragam loh," ujar Alden menengahi. "Tumben Senior Alden bijak?" ujar Elqueena. "Lihat! Memang di mata kaum perempuan kita kaum laki-laki selalu salah!" ujar Alden. "Aku gak ngapa-ngapain loh, Senior, kenapa ikutan kamu salahin!" protes Valerie. "Menyerah aku, lebih baik aku makan dengan tenang saja," ujar Alden yang kemudian ditertawakan yang lainnya. "Siapa suruh mencoba melawan kita kaum perempuan! Ingat, pasal satu, perempuan pasti benar. Pasal dua, kalau salah, kembali ke pasal satu," ujar Arvena. "Susah sekali jadi laki-laki!" ratap Alden. *** "Ayo, aku ajak kamu keliling academy," ujar Elqueena setelah Valerie keluar dari ruang pengukuran baju. "Kami tidak menunggu senior yang lainnya?" tanya Valerie. "Tidak perlu, mereka punya kesibukan sendiri, lagian ini memang tugasku untuk memandu kamu," jawab Elqueena. "Tugas?" tanya Valerie. "Hmm... ini adalah tradisi di academy, jadi setiap ajaran baru, murid tingkat dua akan memandu murid baru untuk mengenal lingkungan dan kebiasaan academy, tahun depan ini akan jadi tugasmu, hehe," jawab Elqueena, "Jadi kita langsung saja." "Kebiasaan yang unik," ujar Valerie. "Gedung ini disebut gedung aktivitas, jadi aktivitas selain pembelajaran dilakukan di sini," jelas Elqueena, "Salah satunya ya pengukuran seragam tadi." "Gedung di tengah ini adalah aula utama seperti yang kamu tau, tempat makan pagi dan berkumpul untuk acara academy," jelas Elqueena. "Dan yang kanan ini adalah gedung kelas, jadi seluruh kelas dilaksanakan di gedung ini, tertarik untuk masuk?" tanya Elqueena. "Tidak perlu sepertinya akan capek kalau harus memutari sama dalam-dalam gedungnya," jawab Valerie. "Lantai pertama di gedung ini untuk kelas pertahanan tingkat dasar dan budidaya energi, lantai dua untuk kontrol elemen, lantai tiga untuk pengendalian s*****a, dan lantai lima untuk pertempuran dan pertahanan di dalam array. Ada juga ruang bawah tanah, untuk kelas pertahanan di dalam maze," jelas Elqueena. "Keren banget gak menyesal masuk academy ini, ada ruang bawah tanahnya!" ujar Valerie, "Bisakah kita masuk ke ruang bawah tanah?" "Tentu saja bisa, tapi takutnya kita tidak bisa keluar," ujar Elqueena. "Tidak baik, lebih baik tidak usah masuk," ucap Valerie. "Kurasa juga seperti itu, ayo, aku lanjutin," ujar Elqueena. "Yang ini adalah lapangan terbuka biasanya untuk kegiatan turnamen atau pelatihan skala besar. Ini adalah asrama Tortoise, penempatan kamar mereka adalah yang paling membosankan, jika kamu datang terlebih dahulu maka kamu akan menempati kamar di lantai lebih atas," ujar Elqueena, "Sama sekali tidak memiliki persaingan, si asrama pecinta kedamaian." "Memang ada apa dengan kamar di lantai atas?" tanya Valerie. "Begini lantai 7 itu untuk tamu, lantai 6 itu hanya terdiri dari 15 kamar dimana setiap murid mendapatkan kamar sendiri-sendiri dan kamar mandi di dalam kamar, lantai 5 itu ada 10 kamar dan 1 kamar berisi 2 murid dan kamar mandi dalam, di dalam kamar itu kayak ada 2 kamar tidur gitu. Lantai 4 itu 1 kamar 2 orang dan kamar mandi dalam. Lantai 3 satu kamar 2 orang, kamar mandi luar, tapi di dalam kamar ada kamar tidurnya. Lantai 2 itu 1 kamar 2 orang dan kamar mandi luar," jelas Elqueena. "Lalu lantai 1?" tanya Valerie. "Lantai 1 adalah aula asrama dan ada ruang bawah tanah yang berisi asset asrama," jawab Elqueena. "Asset asrama?" tanya Valerie. "Hmm... maksudku seperti ruang rapat guardian setiap asrama, lalu buku-buku koleksi dari senior-senior, dan penghargaan-penghargaan yang dicapai oleh murid-murid setiap asrama," jawab Elqueena. "Guardian berbeda dengan elit kah?" tanya Valerie. "Elite itu perwakilan tingkat academy, kalau guardian itu perwakilan tingkat asrama, dan jumlah elit itu hanya 20 di satu academy. Sementara jumlah guard itu 25 untuk setiap asrama, khusus asrama Vermilion mereka tidak ada guard, karena jumlah mereka yang terlampau sedikit," jawab Elqueena, "Tertarik bergabung?" "Tidak, terima kasih untuk tidak menambah bebanku," balas Valerie. "Padahal banyak loh yang mau bergabung," ujar Elqueena. "Senior sendiri bergabung kah?" tanya Valerie. "Tentu saja, aku bagian dari guardian asrama Azure, tidakkah menurutmu itu keren?" jawab Elqueena. "Hmm... mungkin," balas Valerie. "Baiklah, kita lanjut aja kelilingnya, ini adalah asrama Tigeries, mereka mengurutkan kamar berdasarkan nilai, si ambisius. Dan di belakang asrama ini agak masuk sedikit ke hutan adal perpustakaan. Kemudian ini adalah asrama profesor dan yang ini adalah asrama Vermilion, kamar mereka sudah ditentukan, lantai paling atas untuk murid utama setiap kelas khusus, lantai berikutnya adalah satu lantai untuk satu kelas khusus. Di belakang asrama ini ada gedung kelas khusus. Kemudian ini adalah asrama kita tercinta, asrama Azure, kamar diurutkan berdasarkan kelangkaan elemen yang kita miliki, entah apa sebutan asrama kita. Mungkin si optimis tapi pesimis, wkwk, bercanda, asrama kita berisi orang-orang yang tidak mudah putus asa, jadi dikenal dengan si optimis," jelas Elqueena, "Selesai deh." "Kelangkaan elemen?" tanya Valerie. "Yup, elemenmu apa?" tanya Elqueena. "Aku juga belum tau," jawab Valerie. "Lihat saja di token academy," ujar Elqueena. "Api," ujar Elqueena setelah melihat tanda dari token Valerie. "Kemungkinan kamu akan beranda di lantai 3 atau 4," ucap Elqueena. "Hmm... senior berada di lantai berapa?" tanya Valerie. "Aku ada di lantai 6," jawab Elqueena. "Wah... pasti elemen senior langkah nih!" decak Valerie kagum. "Elemenku tidak termasuk langkah yang sampai dicari kok, tapi memang cukup jarang," ujar Elqueena. "Ini namanya merendah untuk terbang," ucap Valerie. "Serius, elemenku hanya logam," ujar Elqueena. "Itu dinamakan hanya, betapa irinya aku," ujar Valerie. "Kak El!" panggil Elqueena. "Hmm...," balas Elquino sambil melirik Valerie yang berada di sebelah kembarannya. "Mengajak keliling murid baru?" tanya Elqueena saat melihat seorang perempuan di samping kakak kembarnya. "Hmmm...," jawab Elquino. "Kamu pasti menderita berkeliling dengan Kak El, namamu siapa? Aku Elqueena, bisa kamu panggil senior Queen," tanya Elqueena. "Ivy," jawabnya. "Kenapa milih Kak El?" tanya Elqueena dengan iseng. "Aku tidak memilih, saat keluar sudah dijemput sama Senior El," jawab Ivy. "Kamu merebut paksa, Kak El?" tanya Elqueena dengan tidak percaya. "Hmm...," balas Elquino. "Sungguh penderitaan, pasti informasi yang kamu dapat gak lengkap dari sih pelit bicara ini," ujar Elqueena. "Senior El memberi informasinya sangat lengkap senior Queen, hanya saja saya harus membacanya sendiri," ujar Ivy sambil menunjukan buku di tangannya. "Coba aku lihat," ujar Elqueena sambil mengambil buku yang dipegang Ivy. "Sungguh terlalu!" decak Elqueena saat membolak-balik buku, "Tapi kamu nganggur banget sampai nulisin selengkap ini, pantesan liburan diajak keluar sibuk mulu, sibuk membuat buku ternyata." "Hmm...," ujar Elquino, "Karena sudah selesai aku tinggal menemui Prof. Eldenio dulu." "Lalu murid tanggung jawabmu ini kamu terlantar kan?" tanya Elqueena. "Dia sudah terbiasa," jawab Elquino lalu pergi. "Apa maksudnya sudah terbiasa?" gumam Elqueena. "Hmm... semua senior di tenda memang mencuekkanku dari awal, sepertinya mereka semua sibuk," ujar Ivy. "Anak malang, ya sudahlah, besok kamu cari aku aja, kita akan pergi bersama untuk membeli buku pelajaran," ujar Elqueena. "Memangnya boleh, Senior?" tanya Ivy dengan harapan. "Tentu saja, oh ya, kenalin, ini Valerie," ujar Elqueena smbil menarik Valerie ke depan. "Hallo, aku Valerie," ujarnya sambil mengulurkan tangan. "Aku Ivy, senang berkenalan denganmu," ujar Ivy sambil membalas uluran tangan Valerie. "Yaudah, sekarang kamu pergilah ke aula asrama terlebih dahulu, Ivy, besok kamu bisa mencari aku di tenda hitam nomor 7," ujar Elqueena. "Terima kasih senior," ucap Ivy. "Sama-sama," balas Elqueena. "Yuk, Val, kita juga harus ke aula asrama kita untuk makan malam," ucap Elqueena.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD