Penjelasan mengenai uang
1 lembar uang kertas = 1.000 koin emas
1 koin emas = 1.000 koin perak
1 koin perak = 1.000 koin tembaga
***
Tuk... tuk... tuk...
"Nona muda kita sudah sampai," ujar sang pelayan di sisi Valerie saat kereta kuda sudah berhenti.
"Langsung tinggal saja," ujar Valerie setelah turun.
"Tapi Nona muda-" protes sang pelayan.
"Apakah kamu meragukan kemampuan nona mudamu ini, Xia?" tanya Valerie.
"Hamba ini tidak berani," jawab Xia buru-buru.
"Santailah sedikit, Xia, kamu tunggu disini dulu, sementara aku akan melakukan test dulu," ujar Valerie mengalah lalu melangkahkan kakinya menuju meja pendaftaran tes yang kosong.
***
"Untuk melakukan test akan dikenakan biaya sebesar 5.000 koin tembaga," ujar sang penjaga meja pendaftaran.
"Ini," ujar Valerie sambil menyerahkan 5 koin perak.
"Silahkan tunggu dipanggil dan di kursi tunggu teteskan darahmu di pin ini," ujar sang petugas sambil memberikan sebuah pin berwarna putih dengan tulisan nomor urutan dan jarum.
"Terima kasih," ucap Valerie lalu beranjak menuju kursi tunggu.
"Shhh...," desis Valerie setelah menusuk jarinya dengan jarum.
"Benar- benar menyiksa orang," gumam Valerie setelah meneteskan darahnya di pin dan kemudian memasang pinnya.
"Nomer 117 ke tenda 7!" panggil panitia pendaftaran.
"Huh... kamu pasti lulus, Val!" ujarnya menyemangati dirinya lalu beranjak menuju tenda 7.
***
Tenda 7
"Letakan tanganmu di atas batu uji," ujar sang pengawas.
Lalu Valerie meletakan kanannya di atas batu uji dan kemudian jarum di batu uji untuk menunjukan tingkat kepadatan energi yang dimiliki Valerie dan juga memunculkan lambang elemennya.
"Hmm... silahkan masuk ke lorong 2," ujar sang pengawas setelah batu crystal yang dipegang Valerie mengeluarkan warna elemennya.
***
"Selamat menjadi bagian Staries Academy! Kamu masuk ke asrama Azure," ujar orang yang menyambut Valerie di pintu keluar lorong.
"Terima kasih," ujar Valerie.
"Oh ya, kenalin namaku Elqueena, kamu bisa memanggilku senior Queen," jelas Elqueena sambil menyodorkan tangannya, "Tenang walaupun namaku terlihat mendominasi, aku orangnya santai kok."
"Senang berkenalan denganmu, Senior Queen, namaku Valerie," ucap Valerie sambil bersalaman dengan Elqueena.
"Ayo aku bimbing ke bagian pendaftaran," ucap Elqueena lalu mulai memimpin jalan.
"Berikan saja pinmu dan biaya academynya," ucap Elqueena saat mereka sampai di area pendaftaran masuk, "Uruslah pendaftaranmu, aku akan menunggu di sini."
"Baik, Senior," ucap Valerie lalu menuju ke meja pendaftaran masuk yang kosong.
"Ini, Senior," ujar Valerie sambil menyerahkan pin dan uang academynya.
Clack...
Suara pin yang dipecahkan, kemudian senior itu menuangkan darah Valerie ke selembar kertas yang menyebabkan kertas itu mengeluarkan tulisan.
"Ini," ujar panitia yang melayani Valerie sambil menyerahkan lembaran kertas yang berisikan data penerimaan Valerie dan token berwarna hitam dengan logo naga azure yang mewakili asrama Valerie.
"Terima kasih," ujar Valerie.
"Sudah selesai, Senior," ucap Valerie ke Elqueena.
"Bagus, mari kutunjukan tenda tempat tinggalmu," ujar Elqueena dengan bersemangat.
"Kita tinggal di tenda, Senior?" tanya Valerie dengan tidak percaya.
"Hehe... ini untuk mendapatkan kamar, kita harus menunggu semua muridnya datang," ucap Elqueena, "Sementara kita akan ditempatkan di tenda terlebih dahulu sampai journey opening tahun ajaran baru diadakan."
"Journey opening ngapain aja, Senior?" tanya Valerie.
"Kita menjadi 1 tim dengan teman 1 tenda kita sekarang, dimana 1 tim berisi 5 orang yang terdiri dari murid tahun pertama sampai kelima. Kemudian kami akan dibiarkan menjelajahi hutan untuk mencari bendera yang hanya ada 15 set dan hadiahnya adalah poin asrama," jelas Elqueena dengan bersemangat.
"Bukan kah itu tidak adil untuk asrama Vermilion yang punya murid paling sedikit?" tanya Valerie.
"Apakah menurutmu mereka masih perlu keadilan? Pada dasarnya kita yang diperlakukan tidak adil, kemampuan mereka sudah di atas kita dan mereka menjadi satu tim. Meskipun mereka hanya memiliki 6 tim, tapi tolong jangan pernah meremehkan mereka atau kamu akan menyesal," jelas Elqueena.
"Wah ... pasti mereka keren banget ya?" decak Valerie.
"Sangat, sebenarnya aku mau gabung dengan tim mereka, jadi aku pasti kembali dengan selamat tanpa lecet," ujar Elqueen.
"Itu mah maunya senior!" ledek Valerie.
"Nah itu dia, yang boleh gabung hanya murid tahun pertama, tapi aku gak akan mengizinkanmu bergabung!" ujar Elqueen.
"Kenapa? Rugi dong aku? Senior mah curang!" protes Valerie.
"Pertama, kalau kamu gabung dengan mereka, itu berarti aku harus menjemput murid baru lagi untuk masuk ke kelompokku, jadi lebih baik tidak aku tawar opsi itu ke kamu," ujar Elqueena.
"Kedua?" tanya Valerie.
"Kedua, walaupun kamu menang, kamu gak akan dapat poin untuk asramamu, karena kamu main atas nama asrama Vermilion. Istilahnya kamu cuma numpang ikut cari pengalaman dengan mereka," jawab Elqueena.
"Betapa sedihnya, sudah susah-susah ikut berjuang, eh... gak ada hasilnya," ujar Valerie.
"Percayalah, kalau kamu ikut mereka kemungkinan kamu gak akan disuruh ngapa-ngapain," ujar Elqueen, "Paling-paling jadi tukang masaknya mereka, wkwk."
"Sombong sekali mereka seolah-olah kita gak bisa ngapain-ngapain!" kesal Valerie.
"Itu namanya perbedaan kemampuan, tapi banyak kok yang mau ikut mereka, secara jaminan selamat," ujar Elqueena.
"Kalau aku sih tetap gak mau," ucap Valerie, "Aku lebih suka bertaruh sesuatu dan dapat sesuatu daripada aman tapi gak dapat apapun."
"Taraaa! Ini tenda kita," ujar Elqueena saat mereka sampai di depan tenda berwarna kuning.
"Apakah tinggal di dekat hutan seperti ini aman?" tanya Valerie.
"Seharusnya aman," jawab Elqueena.
"Seharusnya?" tanya Valerie.
"Kan selalu ada yang namanya resiko," jawab Elqueena, "Resiko tidak amannya 1%."
"Ck... ck... Senior ini ada-ada aja," decak Valerie.
"Serius ini," ujar Elqueena, "Ayo masuk, biar ku kenalkan dengan anggota tim yang lain."
"Guys, mohon perhatiannya!" teriak Elqueena.
"Jangan teriak-teriak, Queen!" ujar Xander.
"Senior, ini gak paham!" protes Elqueena, "Ini itu namanya bersemangat menyambut anggota tim baru kita dengan meriah."
"Abaikan saja seniormu yang agak gak waras itu," ujar Arvena lalu bangkit dari duduknya.
"Kenalin aku Arvena," ucap Arvena sambil menyodorkan tangannya.
"Valerie," balasnya dengan membalas sodoran tangan Arvena.
"Duduk ke sini, Val," ucap Alden sambil menepuk kursi disebelahnya.
"Baik, Senior," jawab Valerie lalu duduk di kursi yang ditepuk Alden sebelumnya.
"Dasar, kalau lihat perempuan cantik aja langsung!" ledek Xander.
"Siapa suruh gak gerak cepat, sekarang cuman bisa iri kan gak duduk di sebelah perempuan cantik!" balas Alden.
"Namaku Xander, Val," ujarnya sambil menyodorkan tangannya bersalaman dengan tangan Valerie.
"Valerie."
"Namaku Alden tampan," ujar Alden sambil menyodorkan tangannya bersalaman dengan Valerie.
"Huek! Kalau kayak kamu termasuk tampan aku rasa gak akan ada orang jelek lagi di dunia ini!" ledek Elqueena.
"Maklumin aja seniormu ini memang cuma bisanya pada sirik aja," ujar Alden.
"Iya," balas Valerie.
"Kamu gak ambil barangmu kah, Val?" tanya Arvena.
"Ah... iya, aku lupa bertanya itu," ujar Elqueena.
"Sudah biasa, kalau gak lupa bukan Queen namanya," ujar Arvena.
"Kalau gitu aku tinggal ambil barangku dulu ya," ujar Valerie.
"Aku nemani Valerie dulu, Guys," ujar Elqueena.
"Aku ikut juga," ujar Arvena, "Bosan di tenda mulu, barang kali aja bawaan Valerie banyak jadi aku bisa bantuin bawa."
"Bawaanku cuman dikit kok, Senior," ujar Valerie.
"Gak papa, aku juga ingin jalan-jalan," ujar Arvena.
"Ooo, oke," balas Valerie.
"Queen, ada El tuh!" ujar Arvena dengan bersemangat smbil menunjuk seorang laki-laki yang baru saja keluar dari ruang kelas array.
"Aku sudah lihat El setiap hari selama liburan sampai mau muntah," ujar Elqueena.
"Jahat banget kamu, Queen. Kembaran sendiri juga masa lihat setiap hari aja buat kamu muntah!" protes Arvena yang hanya ditanggapi putaran mata oleh Elqueena.
"Nona muda," ujar Xia saat melihat Valerie.
"Xia, turunin aja barangku, lalu kamu bisa kembali ke rumah!" perintah Valerie.
"Tapi nona muda barangnya berat, bagaimana kalau hamba ini mengirimnya ke kamar nona muda terlebih dahulu," ucap Xia.
"Kami akan membantu Valerie mengangkat," ujar Arvena, "Lagian kita gak boleh membawa orang luar masuk."
"Terima kasih nona," ujar Xia sambil membungkuk ke Arvena.
"Gak perlu keformalan semacam itu, lagian kita adalah teman Valerie, sudah sewajarnya kita membantu, ya gak, Queen?" ujar Arvena sambil mengambil sebuah tas yang dipegang Xia.
"Benar sekali!" ujar Queen sambil mengambil ahli sebuah tas lainnya yang dipegang Xia.
"Kita tinggal dulu, Xia," ujar Valerie, "Segera kembalilah dan berhati-hatilah saat di rumah, kalau paman, bibi, atau sepupu mencari masalah carilah Ibu."
"Baik, Nona muda," jawab Xia.
"Kelihatannya hubunganmu dengan gadis pelayananmu akrab sekali sampai-sampai kamu mengkhawatirkan keselamatannya," ujar Elqueena.
"Iya begitulah, bagaimanapun dia yang menemani aku bermain sejak kecil," ujar Valerie, "Menemani aku membuat ulah lebih tepatnya, hehe, sehingga kita sering dihukum bersama."
"Hmm... gadis pelayananmu sudah dari kecil bersamamu," ujar Arvena, "Berarti anak kecil menjaga anak kecil lainnya?"
"Lebih tepatnya dia adalah anak dari pelayan ibuku," ucap Valerie, "Jadinya kami tumbuh bersama, seandainya dia bisa menyerap energi pasti aku ajak untuk masuk academy."
"Tasmu unik banget, Val," ucap Arvena, "Ada rodanya."
"Ah... ini desain sendiri, biar bawanya gak berat," ujar Valerie.
"Keren, aku juga mau, Val!" ucap Elqueena.
"Nanti kalau aku sedang nganggur, aku buatin," ujar Valerie.
"Keenakan Elqueena kalau kamu buatin, Val. Suruh dia bayar, Val, wkwk," ujar Arvena, "Sepertinya kita harus bergegas ke aula utama untuk makan siang."
"Kurasa begitu atau kita tidak akan dapat makan siang," ujar Elqueena.
"Guys, kalian masih saja memainkan permainan yang aku sendiri gak bisa paham," ujar Arvena setelah meletakan tas yang dibawanya.
"Itu karena kamu terlalu malas berpikir, Ven," ujar Alden.
"Ya terserah kalian, memang kalian para laki-laki sukanya bermain mainan yang selalu membuat sakit kepala!" ledek Arvena.
"Seharusnya bermain Go tidak seburuk itu," gumam Valerie.
"Tidak seburuk itu? Kelihatannya kamu juga bisa bermain Go, Val," ujar Elqueena.
"Sedikit," ucap Valerie.
"Wah... nanti kita harus main bersama nih," ujar Alden.
"Benar itu, kita harus menguji kemampuan pendatang baru," ucap Xander.
"Kita bicarakan itu nanti saja kalau kalian masih mau makan siang," ujar Arvena, "Yuk, Queen dan Valerie kita pergi makan siang."
"Eh... tungguin, dasar gak setia kawan!" ujar Alden sambil buru-buru beranjak dari duduknya.