Karena setelah perempuan bernama Anne itu pergi, dan sesaat Aksa menatap pada Dira dan gadis itu menggeleng, dia memilih untuk tetap mengunci rapat bibirnya. Sampai Arion Zura memintanya untuk mundur, dan tidak lagi bertanya. Diamnya Adelia di sepanjang perjalanan menuju rumah baru mereka, juga membuat Aksa merasa asing. Dia terbiasa dengan Adelia yang kaku, canggung, takut salah melangkah. Tapi, istrinya yang diam, justru lebih menegangkan. Tidak tahu pasti apa yang saat ini melumuri ekspresi ketat Adelia. Istrinya memilih untuk diam, menawarkan diri pergi lebih dulu demi membersihkan diri mereka yang lengket. Dan Aksa menyusul setelahnya. Duduk melamun di tepi ranjang bagai pria i***t yang baru saja patah hati. Aksa tidak tahu berapa lama dia melamun. Adelia berjalan untuk mendekatiny

