"Richo apa sebaiknya ibu jual saja rumah di kampung ya.." ucap ibu, saat itu tangannya sedang fokus membereskan baju-baju yang ada di tas nya. "Loh kenapa Bu?" Tanya Richo heran, satu alisnya terangkat dan keningnya berkerut. "Ibu akan membantu kamu untuk merawat Kynar, toh sepertinya ibu akan jauh lebih baik bila bersama kamu dan Cindy disini, merawat kalian berdua juga," sesekali matanya melirik pada Richo yang sedang bersandar di tembok. Cindy adiknya telah terlelap di pojok dinding. Hanya sisa mereka berdua yang belum tidur. "Jangan Bu, itu harta satu-satunya punya kita, kalau di jual mau jadi apa kita nanti," tolak Richo dengan lembut. Ibu Richo terdiam. Ada benarnya juga perkataan Richo, tapi dengan keadaan seperti ini mana mungkin dia akan segera pulang ke kampung dengan cepat.

