Richo POV "Jadi kamu udah ingat semua?" Tanyaku saat kami hendak tidur. Benar saja, ketika aku pulang dari rumahnya dokter Sapto, Kynar menjadi lebih diam dari biasanya. Tak ada senyuman manis saat aku masuk ke dalam kamar. Dia menjadi lebih dingin dan acuh tak acuh. Rasanya sangat tak nyaman sekali jika dia jadi berubah seperti ini. Lama tak ada jawaban. Ku lirik Kynar dari ujung mataku, tatapan seperti menerawang ke atas. Apa dia tidak mendengarkan ucapan tadi? "Kynar?" Dia tetap diam tak bergerak. Melihatnya seperti ini rasa cemas kembali menyeruak dari dalam d**a. Aku takut Kynar akan stres lalu lama-lama jadi depresi bila seperti ini terus. Ku goyangkan tangannya pelan. Dia mengerjap lalu gestur tubuhnya seperti orang yang terkejut melihatku. Tubuhnya sedikit mundur kebelakan

