Richo POV "Kemarin kamu habis dari mana malam-malam?" Tanya ibu layaknya seorang polisi yang sedang menginvestigasi tersangka. Uhuk Air yang tadi aku minum kini keluar lagi saat mendengar suara ibu yang tiba-tiba. Suaranya terdengar dingin tidak seperti biasanya. Aku jadi gelagapan, apalagi saat melihat raut wajahnya yang terasa sangat menyeramkan. Tidak, tidak! Bukannya aku mengejek beliau, tapi aura yang dikeluarkan saat ini berbeda. Terkesan penuh amarah. "Jawab!" Sentaknya lagi. "Iya-iya, Bu. Kemarin malam aku pergi ke rumah pak dokter." Jawabku jujur. Namun, sepertinya ibu tidak percaya. Terlihat dari matanya yang memicing sangsi padaku. "Serius Bu." Kataku meyakinkannya. "Lalu kamu apakan Kynar semalam hingga dia jadi menangis!" Bola matanya melebar menatapku tajam. Ngeri

