"Burhan, aku minta maaf, tolong jangan penjarakan aku," rengek Tante Miranda, tubuhnya yang mengenakan dres di atas lutut itu masih bersimpuh di Lantai. Air matanya mulai menetes membasahi pipi, begitu pula dengan Tiara, anak songong itu tak henti menangisi ibunya yang sudah tak berdaya. "Enak aja kamu minta maaf, bisa ga balikin mantuku yang udah mati hah?!" teriak nenek dengan tatapan nyalang. Semua orang terlihat murka hanya bunda yang masih terlihat santai, aku juga heran di hatinya itu seperti tak ada amarah dan dendam. "Ya ga mungkin bisa lah, emang dia Dajjal," sahutku sambil melotot. "Dia emang pengikut Dajjal!" sahut nenek membentak. "Sudah sudah, semuanya tenang ya. Kita akan serahkan kejahatan Miranda pada yang berwajib, aku sarankan kamu mengaku saja, Mir, dengan harap bi

