"Pokoknya Mas harus rebut perusahaan itu," ucap Hamdan hanya dibalas anggukan pelan Mawar. "Masa seorang suami jadi bawahan istri," gerutu Hamdan menyandarkan punggung di kursi. "Nanti kita buat rencana, ya Mas! Sekarang kita makan aja dulu," seru Mawar menenangkan lalu mereka mulai melahap makanan. "Tapi harga diri Mas, seperti diinjak-injak War kalau begini," tutur Hamdan mengeluarkan keresahannya. "Kita makan saja dulu, Mas! Tapi jadinya, Mas gak perlu capek-capek kerja. Duit ngalir terus dari Mbak Maura, coba pikirkan! Kita bisa bersenang-senang tanpa harus susah-susah bekerja," jelas Mawar mengeluarkan pendapatnya. "Kamu jangan plin-plan War, tadi dukung aku buat rebut perusahaan, sekarang malah milih nikmati duitnya aja," gerutu Hamdan. "Hehe ... coba aja Mas pikirin, pas Mas j

