BAB 24 - 25

1208 Words

Seminggu berlalu Aira sungguh frutasi, bukannya gosip itu menghilang malah semakin heboh. Wajah yang biasa terus glowing sekarang sungguh berantakan, bahkan di kediaman sendiri dibully dan para pekerja berhenti. Memaki dia karena terlalu besar kepala dan sombong. "Sial!" umpat Aira mengacak-acak rambutnya sendiri. "Ai ... siapkan makanan untukku!" perintah Fahri berteriak, ia berada di rumah semenjak itu. "Mas ... kenapa tidak bekerja," seru Aira mendekati suaminya. "Ini semua karna kamu, gak mau minta maaf sama suami Bosku. Aku malu bertemu temen kerja karna terus menatap hina, mereka terus mencemoh tidak bisa mendidik kamu," seru Fahri membuat Aira mengerucutkan bibir. "Aku aja terus yang disalahin," gerutu Aira, ia mulai memasak makanan. "Pokoknya kamu harus minta maaf sama ist

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD