Netra Maura membulat kala melihat sebuah foto yang membuat dia terbakar cemburu. Tanpa sadar ia mencengkram lengan kiri anak perempuannya yang tengah diam di meja lipat untuk belajar. Gadis kecil itu mengaduh lalu menarik tangan mungil yang terasa sakit. "Bunda ... sakit!" pekik Delia dengan mata berkaca-kaca. "Apa tulisan Lia jelek, jadi Bunda marah?" tanya gadis kecil itu sambil terisak hingga wajah mungil itu basah oleh air mata. "Sayang, maaf. Bunda gak sengaja nyakitin kamu," jelas Maura kala sadar memandang anaknya yang sudah berurai air mata lalu menghapus jejak itu di pipi. "Sakit, Bun," keluh Delia mengusap tangannya yang sedikit memerah. "Maafkan Bunda," kata Maura langsung mendekat anak perempuannya. "Pasti karna tulisan Lia jelek, makanya Bunda marah," ucap Delia masih

