Sebulan berlalu Maura masih belum menjawab lamaran Aji. Lelaki itu sama seperti biasa, mengajak Delia bermain. Maura menatap Aji yang sangat akrab dengan anaknya, jantung tiba-tiba berdebar dan menghangat saat memandang mereka. "Ra ...," panggil Mama Aji membuat Maura menoleh karena bahunya disentuh. "Boleh kita bicara, Sayang?" tanya Aulia sebagai jawaban Maura mengangguk kepala, mereka langsung berjalan menuju halaman belakang. "Ada apa, Tan?" tanya Maura saat duduk di kursi memandang pohon mangga yang telah berbunga. "Kamu sudah mempertimbangkan lamaran Aji, Ra? Dia sudah lama menyukai kamu, tapi sayang pas dia mau melamarmu. Kamu sudah bersama mantan suami kamu," ujar Aulia membuat Maura terdiam. "Yang benar saja, Tan. Kenapa tidak dari dulu mengungkapkannya?" tanya Maura heran.

