[Jangan terpuruk hanya karena sikap seseorang yang mengecewakanmu. Karena di luar sana, banyak yang sedang menanti senyum manismu - plus.google.com -] Aku mengamati detail gurat wajahnya. Napasnya teratur dengan dengkuran halus yang keluar dari mulutnya. Ini pertama kalinya aku tidur dalam pelukan seorang pria, selain ayahku—dulu. Matanya terpejam damai. Bulu matanya seharusnya tidak sepanjang itu untuk seorang laki-laki—membuatku minder saja. Hidungnya bangir tinggi memanjang, layaknya produk campuran antar negara. Bibirnya ... ehm satu kata untuk yang satu ini, panas dan menggemaskan. Sambil beranjak dari tempat tidur, aku menghela napas pendek dan bergerak sangat pelan. Sudah cukup puas kuamati wajah tidurnya sejak lima belas menit yang lalu. Tiba-tiba Elang bergerak untuk meregangk

