MJM-14

1734 Words

"Hiks... Mommy..." Emmanuel berlari memeluk kaki Eleana. Disusul oleh kemunculan Elan yang sudah berkaca-kaca. "Mom, Elan mohon, buang gunting itu jauh-jauh," pintanya dengan suara bergetar menahan tangis. Keinginan Eleana untuk pergi secepatnya seketika menghilang. Ia melupakan dua anak Eira yang tampak sangat menyayanginya. Lalu apakah ia tega meninggalkan mereka begitu saja? Tidak. Eleana tidak sejahat itu. Ia masih memiliki hati untuk mengurus, memberi perhatian, dan rasa kasih sayang seorang ibu pada mereka. Eleana berjongkok, kemudian memeluk tubuh Elan dan Emmanuel. Mereka sama-sama menangis karena takut kehilangan. Sekarang, Eleana tersadar. Ia tidak bisa egois ingin kembali ke dunianya. Jikalau Edzard atau Ezra membunuhnya, ia akan berpasrah. Namun setidaknya, ia berusaha mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD