Reading
❤❤❤
Sebuah stasion televisi pagi ini menanyangkan satu berita terbaru yang baru saja terjadi.
Terjadi kecelakaan Pesawat Terbang Asian Airline dengan tujuan Singapura terjatuh malam tadi di pegunungan. Seluruh korban dipastikan sedang dalam pencarian Tim SAR dan diperkirkan tidak ada korban yang selamat dari kecelakaan ini, demikian sekilas berita pagi hari ini.
PYARR
Suara gelas pecah terdengar saat melihat berita pagi hari ini, bagaimana tidak? Sekitar seminggu yang lalu Mika pergi bersama keluarganya ke Singapura, tanpa mengucapkan selamat tinggal padanya, kenangan terakhir hanyalah sebuah kotak yang dulu diberikan pada Mika untuk dijaganya, tetapi sekarang semua sudah terjadi. Harapan untuk bertemu dengan sahabatnya itu pupus dan tidak mungkin lagi.
Apakah dia sudah pergi??
Meninggalkanku???
Dia telah pergi??
Kata-kata itu terngiang-ngiang di telinganya, Mika telah pergi, benarkah itu?.
Satu minggu telah berlalu setelah kejadian Pesawat itu. Ray yang masih dirundung duka karena kepergian Mika memilih mengurung diri di kamarnya, ia tak mau makan ataupun keluar. Ia benar-benar sangat terpukul kehilangan sahabatnya yang juga orang yang paling penting dihidupnya.
Sampai suatu hari tukang pos datang mengirimkan bingkisan yang diberikan pada Ray.
Sangat tidak adil aku memiliki dua-duanya, aku akan bawa kuncinya, kamu yang akan simpan kotaknya. Kita akan bertemu lagi dan membuka kotak ini sama- sama.
Dari Mika.
Tangisan Ray pecah saat membaca surat terakhir dari Mika. Kejadian yang dialami begitu cepat dan sangat menyakitkan, bagaimana Ray bisa menghadapinya sendiri, bagaimana dia harus merelakan Mika pergi dan bagaimana dia bisa melupakan semua kenangan indah bersamanya.
Takdir begitu kejam, saat ia tak dianggap oleh orang-orang disekitarnya, Tuhan mengirim kehadiran Mika di hidupnya.
Menjadikan sosok tergelap dari dirinya menemukan cahaya dan warna.
Dan saat Tuhan mengirim sosok Malaikat indah itu...
Lalu ...
Kenapa ia mengambilnya, kenapa begitu cepat kesedihan itu datang
Apa memang ia tak berhak untuk bahagia.
Lalu..
Untuk apa membawa sosoknya yang indah menjadi hampa
Menjadi kembali dingin.
Gelap dan tak ada Cahaya ...
Lalu kemanakah Cahaya itu??
Apakah ia akan menemukan sosok Cahaya dalam hidupnya.
Atau....
Kegelapan akan terus mengikutinya...
***
Ray, sosok yang saat ini hanya bisa diam di pojok kamar sambil memeluk kedua lututnya. Deraian air mata tak bisa ia bending lagi, lidahnya kelu untuk berbicara, matanya sembab dan merah bisa dipastikan sudah berapa kali ia meneteskan air mata.
"Dasar anak tak berguna, anak haram, jangan bermimpi untuk menjadi penerus perusahaan dan jangan harap kamu akan mendapat kasih sayang dirumah ini" ucapan Oma selalu teringiang-ngiang di kepalanya, kelu dan sangat menyakitkan baginya.
Kelahirannya memang tak pernah dianggap, sosok yang selalu menjadi nomer dua, dan selalu salah di mata keluarganya. Keluarga Raveno. Itulah kenapa Ray tak pernah diperbolehkan untuk memasuki rumah utama keluarga Raveno, tempat tinggal Omanya, Ria Atmawijaya Raveno. Ia juga tak pernah diperkenalkan dalam acara keluarga sebagai bagian dari keluarga.
Hanya satu orang yang peduli padanya, saat semua pergi dengan keegoisan masing-masing.
"Ray... Ayo pulang, Mama pasti udah nyariin" kata Julian menghampirinya.
Julian adalah saudaranya, lebih tepatnya saudara kandung beda ibu karena Ayahnya menikah dua kali. Julian, sosok sempurna yang selalu menjadi kebanggaan keluarga Raveno dan penerus keluarga yang sangat diharapkan keluarga Raveno. Pintar dalam berbagai hal, menjadi anak emas untuk Omanya. Disayang itu sudah pasti, sosok yang selalu membuatnya iri.
Apa yang salah denganku dan Julian???
Kami Saudara...
Tapi...
Kenapa dia begitu berbeda denganku...
Kebahagiaan selalu datang untuknya.
Kehidupannya sempurna...
Ia disayang mama, papa, dan oma...
Tapi aku???
"Ray!" Kejut Julian menepuk bahunya.
"Ayo pulang, pak Ari sudah jemput" ajak Julian lagi.
Keduanya saat ini masih duduk dibangku SD kelas 5, dan sekarang mereka tengah berada di taman dekat sekolah. Seperti biasa, Ray selalu pergi kesana. Satu tempat yang menjadi favoritnya.
Sebuah ayunan.
Dan tempat ini adalah tempat pertemuan pertama kalinya dengan sosok yang sangat ia rindukan. Yang tak akan pernah bertemu dengannya lagi untuk waktu yang lama dan selamanya.
TBC