Bab 90

1249 Words

“Tadi pagi gue lihat lo datang,” kata Mario kepada Nayaka. “Maaf, gue belum sempat nyapa.” “Nggak apa-apa,” balas Nayaka. “Gue turut berduka cinta sedalam-dalamnya atas kepergian Oma. Gue berdoa agar Oma ditempatkan di tempat yang terbaik. Juga, yang ditinggalkan bisa tabah dan ikhlas.” Mario menganggukkan kepala. “Amin. Makasih ya,” ucapnya. Dari raut wajahnya, Mario terlihat sedih juga lelah. Karena Mario adalah cucu lelaki satu-satunya, juga orang yang berada di tempat, ia mempunyai tanggungjawab untuk mengatur semuanya. Hanya Mario yang bisa diandalkan. Tamara sendiri tadi sempat pingsan dan saat ini berada di kamarnya. Alinka menemani di sana. Kedua orang tua Mario sudah sampai di bandara dan saat ini sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Kalau tidak macat, kemungkinan satu jam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD