Bab 93

1039 Words

“Gimana?” tanya Nayaka mengamati Alinka dengan ekspresi harap-harap cemas. “Enak? Lumayan? Atau nggak keruan rasanya?” tambahnya semakin tidak percaya diri. Alinka pura-pura memasang wajah berpikir. “Gimana, ya,” gumamnya menggantung. “Well, kalau nggak enak, kita bisa pesan lewat delivery,” kata Nayaka. “Nggak perlu kamu makan nggak apa-apa.” Nayaka tidak mau memberi makan orang yang sedang bersedih masakan yang tidak enak. Jadi, daripada Alinka tambah sedih memakan masakannya, memang sebaiknya tadi mereka membeli makanan lewat ojol. Perkataan Nayaka itu membuat Alinka tertawa pelan. “Enak kok, enak,” balasnya. “Anda punya kemampuan memasak yang cukup hebat,” tambahnya memuji Nayaka. “Beneran enak?” tanya Nayaka masih ragu dengan rasa masakannya. Alinka menganggukkan kepala seraya m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD