Bab25

1036 Words

Keesokan paginya, Violet bangun lebih awal, seperti biasanya, sebelum suara ayam berkokok dan matahari sepenuhnya membanjiri langit dengan sinar pagi. Ia duduk di tepi jendela, memandangi taman yang masih diselimuti embun pagi. Tiap tetes embun seakan mengandung seluruh semesta, penuh dengan kemungkinan-kemungkinan kecil yang tersembunyi. Ia menyukai saat-saat seperti ini — momen-momen tenang yang memberi ruang untuk berpikir, untuk merasakan, dan untuk mengingat kembali apa yang benar-benar penting. Ketika dia membuka mata, Nadine sudah terbangun, memandangnya dengan senyuman lembut yang selalu berhasil menenangkan Violet. Nadine masih terlihat sedikit mengantuk, dengan rambut terurai dan selimut yang hampir menutupi seluruh tubuhnya. Namun meskipun tubuhnya belum sepenuhnya bangun, ada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD