Bab24

1672 Words

Pagi itu datang dengan lebih lembut dari biasanya. Bukan dari cahaya matahari atau suara bambu, tapi dari aroma roti yang baru matang dan wangi kayu manis yang menguar perlahan dari dapur. Violet membuka mata perlahan, merasakan hangat tubuh Nadine di sampingnya, dan sebentar saja ia membiarkan dirinya menikmati momen yang paling ia sukai: detik-detik sebelum dunia benar-benar bangun. Hari terasa lain tanpa ada alasan khusus. Seakan ada ruang tambahan di udara — ruang yang memberi kesempatan pada perasaan untuk bernapas lebih dalam. Nadine menggeliat kecil, membuka mata setengah, lalu mendesah pelan. “Kamu bangun?” bisiknya tanpa benar-benar yakin. “Baru saja,” jawab Violet. Ia memiringkan tubuh, menatap wajah Nadine yang masih setengah tertidur. “Ada aroma manis dari bawah.” “Aku lupa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD