Chapter 24

1087 Words

Al menghela napas. "Sedih amat cuma mimpi," Al duduk bersandar di tempat tidur sambil menopang pipinya. "Kenapa gak gue bales t***l meluk doi walopun cuma mimpi!" Al mendadak heboh sendiri seraya menendang guling hingga jatuh ke lantai. "ABANG! BANGUN SEKOLAH!" Al kembali menghela napas mendengar suara teriakan adiknya. Yang selalu membangunkannya setiap pagi adalah Agatha, dengan cara menggedor ditambah berteriak. Al menyingkap selimut seraya beranjak dan merenggangkan otot-ototnya. "Ab..." Al menatap ke bawah dimana Agatha jatuh tersungkur saat ia membuka pintu. Agatha langsung bangkit berdiri. "Udah gede sehalusnya bangun sendili!" Seru Agatha dengan wajah judesnya. Al membawa Agatha yang sudah memakai pakaian sekolah ke gendongannya. "Belajar ngomong R dulu baru nasehatin A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD